Harga Minyak Goreng Rp 14.000 per Liter Mulai Dijual di Pasar Tradisional

  • Bagikan
Minyak Goreng
Minyak Goreng. Gambar : Istimewa

JAWATIMUR.INDOtayang.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) dan Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) selaku produsen minyak goreng serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) untuk menggelontorkan 11 juta liter minyak goreng seharga Rp 14.000 per liter. Hal ini untuk menurunkan harga minyak goreng yang kini telah mencapai kisaran Rp 20.000 per liter.

Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga mengatakan bahwa penjualan minyak goreng Rp 14.000 per liter kini sudah terjual melalui pasar tradisional. Sebelumnya, penjualan minyak goreng tersebut dilakukan melalui ritel-ritel yang terafiliasi dengan APRINDO.

“Komunikasi antar produsen minyak goreng kemasan dengan gerai modern-market belum lancar, saling tunggu. Maka GIMNI menyampaikan ke anggotanya agar segera menjual dengan pola operasi pasar, dan melibatkan aparat pemerintah setempat sebagai saksi,” kata Sahat pada kumparan, Rabu (8/12).

Harga Minyak Goreng

Adapun harga yang terjual di pasar ini tidak berbeda dengan harga minyak goreng yang terjual melalui ritel.

“Melalui operasi pasar harga minyak goreng kemasan sederhana ke pembeli/user seharga Rp 14.000 per liter,” kata Sahat.

Sahat mengatakan, minyak goreng Rp 14.000 per liter sudah tersedia di pasar-pasar terutama yang dekat dengan pabrik. “Di Sumatera, Jakarta, dan Surabaya,” lanjutnya.

Adapun realisasi produksi minyak goreng Rp 14.000 per liter menurut Sahat kini sudah 18 persen dari total 11 juta liter yang teralokasikan.

“Yang tercatat oleh Kemendag itu sebanyak 7 persen adalah penyaluran minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp 14.000 per liter yang tersalurkan melalui gerai-modern market. Bila tergabung dengan operasi pasar, maka penyalurannya di bulan November itu sudah mencapai 18 persen, sisa 9,1 juta pack lagi akan tersalurkan di bulan Desember 2021 ini,” ujar Sahat.

Namun, Sahat belum bisa memberikan keterangan terkait berapa banyak minyak goreng Rp 14.000 per liter yang teralokasi untuk operasi pasar.

“Data lengkap terjual ke operasi pasar saya tidak punya, karena juga menyangkut asosiasi AIMMI dan GIMNI,” lanjutnya. (Manu)

Sumber berita : kumparan.com

  • Bagikan