Diet Okinawa, Bisa Turun Berat Badan hingga Berumur Panjang

  • Bagikan
Diet Okinawa
Ilustrasi Diet Okinawa. Gambar : Istimewa

INDOtayang.COM – Diet Okinawa sempat viral karena dianggap menjadi salah satu metode makan sehat yang bisa membantu hidup lebih lama.

Diet Okinawa ‘lahir’ dari Jepang, tepatnya di Pulau Ryukyu, Okinawa. Melansir dari Healthline, Okinawa termasuk salah satu dari wilayah di dunia yang terkenal sebagai zona biru.

Orang-orang yang hidup di zona biru memiliki hidup lama, makmur, dan sehat, jika kita bandingkan dengan populasi suatu daerah dari bagian dunia lainnya. Banyak penduduk Kepulauan Ryukyu, Okinawa, Jepang, yang hidup lama bahkan hingga 100 tahun.

Para ahli percaya bahwa mereka hidup lebih lama karena beberapa faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Diet sehat yang para penduduk Okinawa jalani menjadi salah satu faktor terkuat mengapa mereka bisa berumur panjang.

Yuk mengenal lebih detail diet yang berasal dari Jepang ini dan bagaimana menjalaninya seperti team lansir dari berbagai sumber.

Apa itu diet Okinawa?

“Diet Okinawa sangat kaya akan produk, membuatnya kaya akan fitonutrien dan antioksidan yang mungkin menjadi alasan untuk manfaat kesehatan dan bersifat anti-penuaan,” kata Stefani Sassos, MS, RDN., selaku Registered Dietitian di Good Housekeeping Institute, seperti mengutip dari Good Housekeeping.

Stefani melanjutkan, melakukan diet Okinawa dengan membatasi konsumsi daging, biji-bijian olahan, lemak jenuh, gula, garam, dan produk susu penuh lemak. Karena memiliki lebih banyak sifat inflamasi maka batasi makanan tersebut.

Itulah mengapa National Institute of Aging dan National Geographic telah mengidentifikasi bahwa diet Okinawa sebagai diet zona biru. Meski tidak sepenuhnya vegan tapi fokus pada makanan nabati sehingga termasuk zona biru.

Apa saja makanan yang dikonsumsi saat diet Okinawa?

Sebagian besar makanan untuk diet ini terdiri dari sayuran hijau, kuning, berakar, berbasis kedelai, dan jamur. Orang Okinawa tetap mengonsumsi makanan seperti ikan, daging, susu, dan biji-bijian seperti nasi tapi jumlahnya sedikit.

Ini dia beberapa contoh makanan dalam diet Okinawa:

Sayuran: ubi jalar oranye, ubi jalar ungu, rumput laut, rebung, lobak, pare, kubis, wortel, labu, pepaya, dan jamur. Makanan berbahan dasar kedelai: tahu, miso, natto (fermentasi kedelai), dan edamame. Biji-bijian: millet, gandum, nasi, dan mie. Daging dan makanan laut: ikan, ragam seafood, dan daging babi.

Diet ini biasanya tidak termasuk makan daging sapi, daging olahan, telur, keju, susu, dan karbohidrat olahan seperti permen manis dan camilan gurih.

“Diet Okinawa rendah karbohidrat olahan, itu tidak berarti diet ini rendah karbohidrat. Faktanya, orang Okinawa terkenal mengonsumsi asupan tinggi karbohidrat mentah seperti sayuran mentah, sayuran hijau-kuning, dan makanan pokok mereka adalah kentang atau ubi,” ujar Stefani.

Bagaimana dengan porsi makannya?

Orang Okinawa tidak memiliki porsi makan khusus. Namun mereka punya filosofi setiap kali makan, yakni berhenti makan sebelum kenyang.

Dalam menjalani diet ini, para ahli menyarankan berhenti makan saat sudah 80% kenyang. “Ini akan memainkan peran dalam menjaga berat badan dan melawan obsesitas,” sambung Stefani.

Bisakah membantu menurunkan berat badan?

Jawabannya tentu bisa. Stefani mengatakan bahwa menjaga pola makan seperti diet Okinawa tentu bisa membantu menurunkan berat badan. Namun diet ini tidak terancang khusus untuk menurunkan berat badan.

“Pasti bisa menurunkan berat badan dengan rencana makan ini, terutama menghilangkan banyak makanan berkalori tinggi seperti permen dan makanan olahan, serta mengikuti konsep berhenti makan sebelum kenyang,” papar Stefani.

Dampak untuk kesehatan

Para peneliti berteori bahwa rendahnya tingkat lemak jenuh, asupan antioksidan yang tinggi, dan beban glikemik rendah akan mempengaruhi berbagai mekanisme biologis, seperti mengurangi stres oksidatif.

Belum lagi gaya hidup yang aktif bersosialisasi. Penduduk Okinawa senang bergerak secara alami sepanjang hari, hanya dengan memasak, melakukan pekerjaan rumah tangga, hingga berjalan-jalan.

Jika ingin mencoba diet ini maka perlu berkonsultasi dengan dokter terutama kalau ada kondisi khusus. Jangan sampai malah sakit ya. Seperti saran dari Stefani.

“Dari diet Okinawa kita belajar banyak. Menekankan lebih banyak makanan utuh, nabati, akan memiliki ragam manfaat kesehatan. Membatasi makanan olahan dan manis, serta makan dalam jumlah sedang, semuanya merupakan strategi penting untuk dimasukkan ke dalam gaya hidup setiap orang,” pungkasnya. (Manu)

Sumber : haibunda.com

  • Bagikan