Harga Minyak Goreng Curah Naik Terus, Penjualan Merosot

  • Bagikan
Minyak
Harga minyak goreng curah di Kota Pasuruan, Jawa Timur, melambung hingga Rp 21 ribu per kilogram/Foto: Minyak goreng curah/Istimewa

PASURUAN, INDOtayang.COM — Harga minyak goreng curah di Kota Pasuruan, Jawa Timur, melambung hingga Rp 21 ribu per kilogram. Para pedagang mengaku penjualan menurun.

Menurut para pedagang di Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan, Jawa Timur, harga minyak goreng curah terus mengalami kenaikan lebih dari sebulan terakhir. Kenaikan terjadi hampir setiap pekan.

“Harga terus melambung. Masyarakat menjerit ini. Pembeli berkurang,” kata Zainal Fanani (32), salah satu pedagang, mencuplik dari detikcom, Rabu (3/11/2021).

Zainal berharap bisa menekan Bahakan menurunkan harga minyak goreng segera.

“Semoga pemerintah bisa segera menurunkan. Ini informasinya akan terus naik,” terang pria yang sudah berdagang selama dua tahun ini.

Mengurangi volume pembelian

Halimah, pedagang lain mengungkapkan harga minyak goreng curah naik hampir setiap hari. Banyak warga yang mengurangi volume pembelian.

“Naik terus setiap hari ini. Tapi barangnya masih ada,” ungkapnya.

Lina, salah satu pembeli menuturkan karena kenaikan harga, ia mengurangi pembelian minyak.

“Tetap beli, kalau nggak beli mau goreng pakai apa, tapi ya mengurangi,” jelasnya.

Sementara pedagang gorengan di pasar tersebut, Nur, mengungkapkan kenaikan harga minyak berdampak pada keuntungan penjualan. Apalagi ia mengaku selalu menggunakan minyak curah kualitas terbaik.

“Saya pakai yang paling mahal, Rp 21 ribu. Saya tidak menaikkan harga gorengan dan tidak mengurangi ukuran, jadi untungnya lebih kecil,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan para pedagang, harga minyak goreng curah saat ini pada kisaran Rp 19 ribu sampai Rp 21 ribu per kg. Sebelumnya Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu.

Di Pasar Kebonagung, minyak goreng kemasan satu liter juga mengalami kenaikan. Sebelumnya Rp 12 ribu, saat ini tembus Rp 16 ribu.

“Yang kemasan juga ikut naik. Biasanya Rp 12 ribu itu,” ungkap Lina dan para pedagang juga membenarkan.

Salah satu petugas Pasar Kebonagung Ilham Firmansyah mengatakan, tidak ada kelangkaan barang meski harga terus naik. Suplai barang normal.

“Kalau barangnya normal, suplai lancar,” katanya. (Manu)

Sumber : detik.com

  • Bagikan