Komisi II DPR RI: Sejatinya Tanah Adalah Untuk Rakyat

  • Bagikan
panja mafia tanah komisi ii dpr ri minta bpn jawa timur selesaikan urusan pertanahan
Mafia tanah sudah lama ada, Panja Pemberantasan Mafia Pertanahan Komisi II DPR RI tengah menggalinya/Foto: Ilustrasi/Istimewa.

SURABAYA, INDOtayang.COM–Panja Pemberantasan Mafia Pertanahan Komisi II DPR RI meminta Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Jawa Timur (Jatim), agar meminimalisir masalah pertanahan yang ada di wilayahnya.

“Karena Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang besar dan sentralistik. Sejatinya tanah itu adalah untuk rakyat. Itu filosofinya,” ujar Ketua Panja Pemberantasan Mafia Pertanahan Komisi II DPR RI, Junimart Girsang, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, Panja Mafia Pertanahan juga mendorong agar BPN Jatim bisa menyikapi masalah sertifikasi yang menjadi kewenangan BPN.

Kata dia, Komisi II DPR RI menerima laporan dari masyarakat, bahwa BPN ini tidak melakukan sertifikasi. Karena tanah sudah dikuasai oleh pengusaha atau pihak lain.

“Kunjungan kerja Panja Mafia Pertanahan ini, untuk meneruskan berbagai aspirasi dari masyarakat yang menyangkut keadilan tentang pertanahan,” imbuh plitisi PDI Perjuangan itu.

Mafia tanah sudah lama ada

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal menyampaikan, bahwa Komisi II DPR berupaya sungguh-sungguh untuk mencarikan solusi atas persoalan mafia tanah.

Menurut dia, isu-isu tentang mafia tanah sendiri memang sudah ada sejak lama.

Kata dia, tanah yang semestinya menjadi objek kehidupan bagi masyarakat banyak. Tetapi oleh oknum-oknum tertentu justru dijadikan sebagai objek yang menguntungkan bagi pribadi atau golongan tertentu saja.

“Kita menggunakan bahasa mafia, karena mereka-mereka yang tidak berhak kemudian menggunakan pihak-pihak tertentu, untuk memenuhi kepentingan sepihak,” jelasnya.

“Jumlah dan keuntungan yang mereka dapatkan sangat besar. Ini yang kita katakan sebagai sesuatu yang tidak adil,” sambungnya.

Menurutnya, Komisi II DPR RI patut menyiapkan Panja untuk menggali secara dalam mengenai mafia tanah ini.

Panja Pemberantasan Mafia Pertanahan akan terus melakukan pengawasan di berbagai daerah di Indonesia, dan mencari daerah-daerah mana saja yang (dicurigai ) ada mafia tanahnya.

“Ini yang menjadi target kita. Jawa Timur kita datangi, karena Jatim termasuk wilayah yang maju, seperti beberapa tempat lain di Indonesia. Surabaya adalah tempatnya para pengusaha-pengusaha besar,” kata Syamsurizal.(Jack)

Sumber: dpr.go.id

  • Bagikan